Rabu, 20 Januari 2016

Mengetahui Jenis-Jenis Sensor Pada Smartphone....


Smartphone yang saat ini berfungsi mempermudah aktivitas manusia membuat perangkat ini semakin banyak diminati. Terlebih semakin canggihnya fitur yang ditawarkan dari tahun ke tahun, sehingga dunia serasa berada di dalam genggaman kita sendiri.


Masih banyak pengguna smartphone yang belum mengetahui bagian dari kecanggihan yang tersembunyi. Bagian yang sering terlupakan oleh para pengguna smartphone antara lain yaitu sensor. Sensor yang terpasang pada smartphone terdiri dari berbagai jenis dan memiliki fungsi yang berbeda. Inilah beberapa jenis sensor yang ada pada  Smartphone anda.


1. Sensor Akselerometer
Sensor akselerometer. Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi orientasi perangkat pada saat anda mengubah modus layar dari tegak (potrait) ke mendatar (lanscape). Biasanya sensor ini bekerja ketika anda memainkan game yang bertipe horizontal seperti Balapan Mobil, dan masih banyak game lain nya.


 Dengan menggunakan kemudi dengan cara memiringkat perangkat, otomatis sensor ini akan aktif. Sensor ini juga bisa dinonaktifkan ketika anda tidak membutuhkannya.

2. Sensor Cahaya
Sensor cahaya, Sensor ini bekerja dengan cara menyesuaikan kecerahan layar smartphone anda berdasarkan cahaya di sekitarnya. Untuk mengaktifkan sensor ini anda bisa mengaturnya ke pengaturan kecerahan layar dengan mencentang mode auto.

Cara kerja sensor ini jika cahaya di sekitarnya melimpah, maka kecerahan layar akan bertambah, dan sebaliknya, jika cahaya di sekitarnya minim, maka kecerahan layar juga akan berkurang. Dengan mengaktifkan kecerahan layar pada mode otomatis ini bisa memperpanjang daya tahan baterai.

3. Sensor Proximity
 Sensor proximity, sensor ini berfungsi untuk mematikan layar saat menerima telephon dan menelepon. Sensor ini umumnya terletak pada bagian atas smartphone atau di samping kamera depan yang terdiri dari LED inframerah dan detektor cahaya inframerah. Sensor proximity bekerja dengan memancarkan secercah cahaya inframerah yang dipantulkan dari objek terdekat dan kemudian dijemput oleh detektor inframerah.

Sehingga pada saat smartphone didekatkan ke telinga maka layar akan mati dengan otomatis. Dengan adanya sensor proximity ini penggunaan baterai akan lebih hemat pada saat menelepon.

4. Sensor Giroskop
 Hampir sama dengan sensor akselerometer, sensor ini juga mendeteksi orientasi dari sebuah perangkat. Perbedaannya adalah akselerometer dipengaruhi oleh gravitasi, sedangkan giroskop tidak. Perbedaan lainnya terletak pada fungsinya sendiri, giroskop lebih presisi dengan menetapkan prinsip memonetum sudut. Selain itu, giroskop juga mampu menampilkan dimensi tambahan untuk informasi yang diberikan oleh  akselerometer dengan melacak rotasi perangkat.

5. Magnetometer
Sensor yang juga umum ditemukan pada smartphone, yaitu magnetometer. Dari namanya, bisa ditebak bahwa sensor ini mampu mendeteksi medan magnet.

Magnetometer merupakan salah satu sensor yang digunakan aplikasi kompas pada smartphone untuk mengarah pada kutub utara bumi. Aplikasi yang dibuat untuk mendeteksi logam juga bisa menggunakan sensor ini.

Mengatasi Menu Start Windows 10 Yang Stuck di Fullscreen..!!

Banyak komentar positif dan negatif tentang Windows 10. Diikuti dengan berbagai pertanyaan tentang beberapa masalah yang dialami setelah update sistem operasi terbaru milik Microsoft Kebanyakan yang berkomentar bagus adalah karena kembalinya Start Menu khas Windows dan memberikan tampilan baru, dan yang komentar negatif karena mengalami kesulitan akibat belum terbiasa. Salah satu masalah yang mungkin kalian temui adalah menu Start Windows 10 yang stuck di fullscreen. Dengan secara tiba-tiba Start menu stuck pada tampilan full screen, dan melakukan restart ternyata tidak membantu. Masalah ini mungkin muncul ketika kamu menggunakan perangkat laptop Full touchscreen dengan Windows 10, secara tidak sengaja mengaktifkan opsi Tablet Mode, atau Windows mendeteksinya sebagai tablet. Cara memastikan dan mengembalikannya, coba cara berikut.


1.      Masuk ke menu Start, lalu pilih Setting. Jika tidak muncul di menu Start, coba klik menu 3 bar yang ada di pojok kiri atas.


2.      Pada menu Settings, silakan pilih System. Ini akan membawa kamu ke berbagai pengaturan tentang layar, notifikasi, aplikasi, dan hal lainnya yang berhubungan sistem Windows 10 pada perangkat kamu.



3.      Pada tampilan System Settings, pilih Tablet Mode yang ada di sisi kiri. Dan periksa toggle tulisan Make Windows more touch-friendly when using your device as a tablet, apakah dalam posisi ON? Jika ON, maka tugas kamu adalah mengaturnya ke posisi OFF.


4.     Selanjutnya, coba tutup semua aplikasi yang berjalan. Dan coba untuk kembali mengakses menu Start.




Semoga artikel  bisa membantu anda yang mengalami masalah Windows 10..